
Kompresor merupakan salah satu komponen dalam sistem pendingin mobil yang bertugas selayaknya jantung bagi manusia. Jika komponen ini rusak, komponen utama lainnya dalam sistem pendingin pasti akan terdampak, misalnya kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, lebih baik untuk menjadwalkan service jika Anda mengetahui ada kerusakan pada kompresor.
Kompresor bertugas untuk memompa serta memampatkan freon agar bersirkulasi dalam seluruh sistem pendingin mobil. Tanpa kompresor, kondensasi dan pendinginan tidak mungkin terjadi sehingga kabin mobil pun akan tetap panas. Mengingat pentingnya kompresor dalam sistem pendingin mobil, sebagai pemilik kendaraan Anda harus tahu apa saja penyebab kompresor AC mobil cepat rusak.
Penyebab Kompresor AC Mobil Cepat Rusak
Penyebab kompresor AC mobil cepat rusak umumnya dipicu dari kurangnya perawatan dan kebiasaan buruk pengguna. Kompresor AC mobil pada umumnya bisa bertahan 8-12 tahun, namun ada beberapa penyebab yang ternyata mampu membuat komponen ini rusak lebih awal. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Oli Kompresor Habis
Oli yang habis pada kompresor mampu memicu berbagai kerusakan komponen dalam sistem pendingin. Oli yang habis mengakibatkan kompresor AC jadi tidak stabil dan gesekan antar komponen AC jadi lebih besar sehingga mengurangi kinerja kompresor untuk mendinginkan kabin. Tanpa oli, kompresor akan banyak mengeluarkan udara karena oli juga berfungsi sebagai penutup.
Agar terhindar dari masalah ini, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan mengetahui ciri-ciri oli kompresor habis. Diantaranya adalah:
- Suhu kompresor yang gampang panas
- Kompresor menimbulkan bunyi dan getaran saat kompresor bekerja
- AC tidak dingin dan mengeluarkan bau tidak sedap
- Performa mobil berkurang
2. Komponen Seal Bocor
Komponen seal yang bocor menurunkan performa sistem pendingin sehingga tidak bisa bekerja secara optimal. Jika dibiarkan, kompresor akan bekerja ekstra keras sehingga membuat usianya lebih pendek. Beberapa hal yang menyebabkan komponen seal bocor diantaranya adalah suai pakai, suhu panas, tekanan yang tidak stabil, kualitas seal yang rendal, getaran, atau korosi.
Untuk mengatasi masalah komponen seal dalam ac mobil yang bocor, biasanya mekanik akan melakukan beberapa cara, diantaranya adalah:
- Mendeteksi titik kebocoran menggunakan leak detector
- Melakukan penggantian komponen
- Melakukan pembersihan dan pemasangan
- Melakukan vakum dan mengisi ulang freon dan oli kompresor sesuai dengan takaran standar.
3. Pulley dan Pressure Plate Aus
Kedua komponen ini merupakan bagian dari magnetic clutch dalam sistem pendingin mobil. Komponen ini akan menjadi lebih cepat aus disebabkan oleh banyaknya debu atau kotoran yang menumpuk, usia pakai komponen yang sudah terlewat, kerusakan pada magnet coil, atau karena gesekan berlebih. Jika keausan pada komponen ini dibiarkan, maka kinerja kompresor akan lebih berat sehingga lebih rawan rusak. Untuk mencegah biaya perbaikan yang lebih besar, Anda bisa melakukan penggantian pada komponen ini agar tidak merusak kompresor.
4. Fan/Kipas AC Mati atau Lemah
Kompresor lebih cepat rusak jika kipas AC mati atau melemah. Ini terjadi karena panas freon tidak bisa terbuang dengan sempurna sehingga memicu suhu dan tekanan yang ekstrem. Untuk menghindari kerusakan pada kompresor, jika Anda mendapati kipas mati atau melemah, sebaiknya segera perbaiki sumber masalah kipas.
5. Jumlah Freon Terlalu Sedikit
Freon yang ada dalam mobil memiliki takaran khusus sehingga tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak. Jumlah freon yang terlalu sedikit menyebabkan sistem gagal mencapai suhu dingin yang telah ditargetkan. Akibatnya, kompresor harus bekerja lebih ekstra agar targetnya bisa tercapai. Beban berlebih ini akan memicu panas ekstrem yang merusak kompresor. Kompresor yang rusak ditandai dengan munculnya suara ngorok, namun AC masih dingin. Untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya matikan AC jika dirasa kemampuannya sudah tidak optimal.
6. Terlalu Banyak Freon
Terlalu banyak freon menyebabkan performa AC justru menurun. Ini terjadi karena munculnya tekanan berlebih pada sistem pendingin mobil. Sensor evaporator akan memberikan efek putus nyambung ke magnetic clutch terlalu cepat sehingga beban kerjanya semakin berat. Jika diabaikan ini akan mengalami overheat, keausan pada komponen internal, atau risiko kompresor yang jebol atau terbakar.
7. Kebuntuan (Sistem Tersumbat)
Penyumbatan dalam sistem pendingin mobil juga menjadi salah satu penyebab kompresor AC mobil cepat rusak. Sistem yang tersumbat menyebabkan kompresor kekurangan pelumasan sehingga memicu tekanan ekstrem yang menyebabkan komponen internalnya jebol.
8. Kerusakan Magnetic Clutch
Magnetic clutch yang rusak juga memicu kerusakan pada kompresor AC mobil. Komponen ini berperan sebagai penghubung serta pemutus putaran mesin ke kompresor. Jika terjadi masalah pada komponen ini, maka besar kemungkinan kompresor lebih cepat mengalami kerusakan.
Selesaikan Semua Masalah Sistem Pendingin Mobil Anda dengan Datang ke Bengkel Spesialis AC Mobil
Jika kompresor AC mobil Anda bermasalah, segera bawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel spesialis untuk mencegah kerusakan fatal pada sistem pendingin. Candi Motor Mandiri merupakan salah satu bengkel spesialis yang direkomendasikan.
Sebagai bengkel yang memiliki reputasi, Candi Motor Mandiri memiliki banyak mekanik profesional yang siap melakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kebocoran, penggantian oli, hingga perbaikan komponen kompresor yang sudah aus.
Bagi Anda yang berada di kawasan Palembang, kunjungi Candi Motor Mandiri di Jalan Dr. M. Isa No. 136 GH Kelurahan Duku Ilir Timur 2 Palembang. Atau hubungi kami di nomor 0711- 5625027 atau Whatsapp 0821-8435-7772 untuk konsultasi dan penjadwalan service.
Jangan biarkan kabin mobil Anda terasa panas, sejukkan sekarang juga dengan datang ke Candi Motor Mandiri!
